PJR, Kuliner Nuansa Rustic di Pidie


Akhir pekan di pekan pertama bulan Maret, saya dan istri mudik ke Sigli, Pidie. Kami berangkat ba'da ashar dan tiba saat Isya. Perjalanan kali ini terasa sensasional, karena bareng istri, naik motor, lewati gunung, udara Selawah saat itu cukup dingin dan ah... sudahlah, saya tak ingin tulisan kali ini berefek ke-baper-an bagi Jomblo. #uhuk

Jauh sebelum keberangkatan, istri pernah bercerita tentang satu tempat Kuliner asyik. Letaknya di Bambi, Pidie. Berupa Pondok yang berada di Jalan Banda Aceh - Medan. Pondok Jalan Raya (PJR) namanya. Kalau dari kota sigli, kita hanya butuh sekitar 10 menit-an dan berada di sisi kanan.

Berhubung lagi di Sigli, saya niatkan, PJR mesti di kunjungi.

***

Tepatnya Sabtu, ada 3 tujuan silaturrahim yang akan kami lakukan. Ke Beureueh, Kota Bakti dan Jalan Lingkar. Semuanya menyapa rekan-rekan yang istrinya melahirkan. Luar biasakan? Maka sebelum mengeksekusi agenda, ada baiknya bersua ke PJR. Kebetulan saat itu siang, dan PJR jadi peraduan makan siang.

Kesan pertama, biasa saja. Tak ada yang beda. But, "Dont Judge by Cover" cocok untuk PJR. Karena di dalamnya sungguh beda.

Jika kita perhatikan, konsep yang di usung PJR adalah Rustic Kontemporer. Konsep ini padu dengan hamparan sawah di sisi kanan. Mengingat, ciri khas dari rustic adalah kesan alami dan dapat menyatu dengan lingkungan (alam). Dinding yang digunakan bukanlah beton atau kayu yang dipaku rapat, tapi batang kayu yang tersusun rapi, berjarak dan terawat. Jadi tak heran, semilir angin menyusup dari celah.
Sisi dalam PJR
PJR dari sudut berbeda
Ada nilai plus dari PJR, yakni toilet dan mushallanya sangat memadai. Ada juga tempat lasehan yang disediakan. Jadi tinggal dipilih, mau lasehan kah atau kursi-an kah. Masalah menu dan harga? Tenang, tak mahal dan masih standar. Masih katagori Harga Mahasiswa. Rasanya pas!
Ada Sepeda Ontel Bung!
Saya sempat menanyakan beberapa hal ke kasir, seperti berkaitan kapan mula berdirinya. Karena (seingat saya) dulu saya tidak melihat ada pondok ini jika melintas jalan Banda Aceh - Medan kawasan Pidie. Atau saya tak memperhatikan?

Dari sini saya tau, ternyata PJR baru berdiri sekitar bulan Oktober 2016. Ownernya berasal dari Langsa. Walau usianya masih belia, pondok ini cukup ramai dikunjungi kaula muda maupun keluarga.

"Kalau sore atau malam, kadang tak ada tempat duduk bang. Makanya di samping lagi dibangun, biar lebih luas..." kata kasir.
Perluasan lapak PJR

Memang, tampak jelas bangunan beton sedang didirikan. Cukup luas. Bisa jadi PJR adalah kandidat rest area bagi pengendara. Saya berharap, konsep rustic-nya masih dipertahankan, karena konsep juga menentukan betah tidaknya pengunjung kembali menyapa PJR. 

Silahkan dikomentari. Tapi jangan Sara ya... :)
EmoticonEmoticon